Tanda Tanda HIV Pada Wanita dan AIDS

  • October 15, 2021

HIV adalah sebuah virus yang menyerang dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko dan dampak dari infeksi serta penyakit lain. Tanpa perawatan, infeksi dapat berkembang menjadi tahapan yang lebih parah yang disebut AIDS. Dengan majunya dunia medis saat ini, orang-orang dengan HIV dan akses penyedia layanan kesehatan yang berkualitas jarang mengembangkan AIDS setelah mereka mendapatkan perawatan HIV. Untuk itulah Anda harus tahu tanda tanda HIV pada wanita guna bisa mendapatkan pemeriksaan dini jauh sebelum kondisi ini menyebabkan komplikasi berbahaya dan parah. 

Menurut pengamatan para ahli seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HIV telah menjadi sebuah kondisi yang dapat diatasi, dan banyak orang yang memiliki tanda tanda HIV pada wanita dapat hidup dengan sehat dan lama. Bahkan harapan hidup seseorang yang menderita HIV sekarang mendekati orang-orang dengan hasil tes negatif. Ini berkat obat-obatan yang disebut terapi antiretroviral dengan rutin dan teratur. Pada tahun 2019, sekitar 68 persen orang dewasa dan 53 persen anak-anak dengan HIV di seluruh dunia telah mendapatkan perawatan seumur hidup. 

Obat HIV dengan antiretroviral dapat menghambat perkembangan jumlah virus

Apa itu HIV dan AIDS?

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Dan virus ini menyerang sel imun yang disebut sel CD4. Ini adalah jenis sel T – sel darah putih yang bersirkulasi, mendeteksi infeksi di seluruh tubuh dan anomaly atau kerusakan sel-sel lain. HIV menarget dan menyerang sel CD4, menggunakannya untuk menciptakan lebih banyak salinan virus. Pada saat melakukannya, HIV merusak sel-sel dan mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit lain. Hal ini akan meningkatkan risiko dan dampak infeksi oportunistik dan beberapa jenis kanker. Perlu diketahui, ada beberapa orang yang memiliki HIV dalam waktu lama tidak memiliki tanda tanda HIV pada wanita sama sekali. HIV merupakan sebuah kondisi seumur hidup, namun perawatan dan strategi tertentu dapat mencegah penularan virus dan infeksi untuk berkembang. 

Di sisi lain, AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Yang mana merupakan tahapan parah dari infeksi HIV. Dokter mengidentifikasi AIDS apabila Anda memiliki jumlah CD4 kurang dari 200 sel per milimeter kubik. Selain itu, dokter juga dapat melakukan diagnosis AIDS jika seseorang memiliki infeksi oportunistik karakteristik, yang dihubungkan dengan jenis kanker ataupun keduanya. Ketika tanda tanda HIV pada wanita dibiarkan dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat, AIDS berpotensi untuk berkembang, karena sistem kekebalan tubuh mulai melemah dengan perlahan. Akan tetapi, kemajuan dalam bidang perawatan antiretroviral membuat perkembangan AIDS menjadi jarang dijumpai. Di tahun 2018, ada sekitar 1,1 juta orang yang hidup dengan AIDS di Amerika Serikat, dan sekitar 6000 kematian berhubungan dengan AIDS. 

HIV menyebabkan tanda tanda HIV pada wanita. HIV dapat menular ketika cairan tubuh yang mengandung virus melakukan kontak langsung dengan lapisan tubuh atau adanya sayatan di jaringan yang lembap, misalnya di daerah alat kelamin. Khususnya, HIV dapat menular lewat darah, mani, cairan vagina, cairan rektum, dan ASI. Virus tidak dapat menular lewat air liur, sehingga seseorang tidak dapat tertular HIV hanya lewat ciuman saja. Salah satu penyebab utama penularan HIV di Amerika Serikat adalah hubungan seksual anal ataupun vaginal. Agar penularan terjadi, seseorang tidak memakai alat pengaman seperti kondom atau tidak mengambil PrEP, yaitu perawatan yang bertujuan untuk mencegah penularan HIV di antara orang-orang yang memiliki faktor risiko yang diketahui. Selain itu, HIV juga dapat ditularkan ke bayi oleh ibu pada masa kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*