Bagaimana Pengobatan dari Penyakit Addison?

Bagaimana Pengobatan dari Penyakit Addison?

  • June 2, 2021

Penyakit Addison adalah kerusakan pada kelenjar adrenal sehingga tidak memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh. Kelenjar adrenal berada di atas ginjal dan terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam (medula). Korteks pada kelenjar adrenal berfungsi memproduksi hormon steroid, termasuk kortisol dan aldosteron, yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan garam dan cairan tubuh. 

Pada penyakit Addison, kelenjar adrenal hanya sedikit memproduksi hormon kortisol serta hormon aldosteron. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit Addison dapat membahayakan tubuh.

Gejala penyakit Addison pada awalnya sulit dideteksi karena mirip dengan gejala gangguan kesehatan lainnya. Gejala awal tersebut dalam kondisi seperti ini.

  • Kelelahan dan kurang bersemangat
  • Rasa kantuk
  • Otot menjadi lemah
  • Suasana hati tidak baik atau gampang marah
  • Selera makan hilang atau menurun, sehingga terjadi penurunan berat badan
  • Sering buang air kecil
  • Rasa haus bertambah
  • Keinginan mengonsumsi makanan asin

Setelah mengetahui gejala dan riwayat keluhan yang dialami pasien, dokter akan mendeteksi penyakit Addison dengan mengamati kondisi kulit, termasuk tanda hiperpigmentasi kulit pada area siku, telapak tangan, dan bibir. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan serangkaian tes penunjang, seperti ini.

1. Tes darah

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah, natrium, kalium, hormon kortisol, aldosteron, dan adrenokortikotropik (ACTH), yaitu hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Kadar hormon aldosteron dan gula darah yang rendah serta hormon ACTH yang tinggi dapat menjadi tanda seseorang menderita penyakit ini. Tes darah juga dilakukan untukĀ  mengetahui jumlah antibodi yang bisa menjadi penyebab terjadinya kondisi autoimun pada penyakit Addison.

2. Tes stimulasi ACTH

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar hormon kortisol di dalam darah sebelum dan sesudah ACTH sintetis disuntikkan. Tes ini akan menunjukkan kerusakan pada kelenjar adrenal jika setelah penyuntikkan ACTH sintetis, kadar hormon kortisol rendah.

3. Tes hormon tiroid

Pada kondisi ini, kerja kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon juga akan terpengaruh. Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid, yang berperan penting dalam mengendalikan perkembangan dan metabolisme tubuh.

4. Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI, dilakukan untuk mengetahui ukuran kelenjar adrenal yang tidak normal, juga kelainan pada kelenjar pituitari atau hipofisis, guna mengetahui penyebab dari insufisiensi adrenal.

5. Tes hipoglikemia induksi insulin

Tes ini biasanya dikerjakan bila dicurigai adanya insufisiensi adrenal sekunder yang disebabkan oleh gangguan kelenjar hipofisis. Tes hipoglikemia induksi insulin dilakukan dengan cara memeriksa kadar gula darah dan hormon kortisol setelah insulin disuntikkan. Orang yang sehat seharusnya memiliki kadar gula darah yang rendah dan kortisol yang meningkat setelah diberikan insulin.

Pengobatan penyakit Addison

Cara mengobati penyakit Addison yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi dua hal ini.

1. Terapi pengganti hormon

Penyakit Addison dapat diatasi melalui terapi hormon untuk menggantikan jumlah hormon steroid yang berkurang dan tidak bisa diproduksi tubuh. Berikut ini adalah pilihan terapinya.

Kortikosteroid tablet

Obat yang digunakan untuk menggantikan kortisol adalah prednison atau hydrocortisone. Sedangkan fludrocortisone digunakan untuk menggantikan aldosteron.

Kortikosteroid suntik

Biasanya diberikan pada penderita penyakit Addison yang mengalami gejala muntah, dan tidak bisa meminum kortikosteroid tablet.

2. Konsumsi garam

Pasien juga disarankan untuk banyak mengonsumsi garam, terutama setelah melakukan olahraga berat atau saat diare. Penting untuk mengikuti anjuran pengobatan untuk penyakit ini dari dokter. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa berujung pada krisis Addison.

Jadi, jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segeralah periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa rangkaian tes sebelum mendiagnosa diri Anda apakah terkena penyakit Addison atau tidak. Setelahnya, Anda bisa memilih pengobatan apa yang ingin dilakukan berdasarkan hasil tes medis yang sudah dilakukan.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*