Makanan Penambah Darah Untuk Ibu Hamil

  • November 19, 2021
Makanan penambah darah untuk ibu hamil dengan zat besi sangat berguna bagi janin

Pada saat hamil, Anda masih memiliki risiko tinggi untuk menderita anemia. Kondisi ini biasanya disebabkan karena pendarahan, hancurnya sel darah merah, dan ketidakmampuan tubuh untuk menciptakan sel darah merah baru. Ada banyak jenis anemia, namun salah satu yang paling sering dijumpai adalah anemia defisiensi zat besi. Makan makanan penambah darah untuk ibu hamil agar Anda terhindar dari anemia yang berisiko menyebabkan komplikasi bagi buah hati. 

Sel darah merah mengandung protein yang dikenal dengan sebutan hemoglobin. Hemoglobin dipenuhi oleh zat besi. Tanpa asupan zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin yang dibutuhkan untuk menciptakan sel darah merah untuk membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Kurangnya folat dan vitamin B-12 juga dapat mempengaruhi kemampuan tubu Anda dalam membuat sel darah merah. Jika tubuh Anda tidak dapat memproses vitamin B-12 dengan benar, Anda akan menderita anemia pernicious. Makanan penambah darah untuk ibu hamil yang mengandung zat besi, vitamin B, dan vitamin C sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia pada masa kehamilan. 

  • Sayuran hijau. Sayuran daun hijau merupakan sumber terbaik zat besi non-heme. Contoh sayuran ini adalah kale, bayam, Swiss chard, collard green, dan lain-lain. Beberapa sayuran berdaun hijau seperti Swiss chard dan collard green juga mengandung folat. Diet rendah kandungan folat dapat menyebabkan defisiensi anemia. Buah sitrus, kacang-kacangan, dan gandum utuh merupakan sumber folat yang baik. 

Saat makan sayuran berdaun hijau, ada hal yang perlu Anda ketahui. Beberapa sayuran tinggi kandungan zat besi, seperti bayam dan kale, juga tinggi kandungan oxalate. Oxalate dapat mengikat zat besi, mencegah penyerapan zat besi non-heme. Sehingga, meskipun sangat bermanfaat untuk mengonsumsi sayuran guna mencegah anemia, jangan hanya mengandalkan sayuran saja. Vitamin C juga dapat membantu lambung Anda untuk menyerap zat besi. Mengonsumsi makanan penambah darah untuk ibu hamil berupa sayuran bersama dengan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan stroberi dapat meningkatkan penyerapan zat besi. 

  • Daging dan unggas. Daging merah dan daging domba merupakan sumber yang sangat baik. Ayam dan unggas lainnya juga memiliki zat besi heme dalam jumlah yang lebih rendah. Mengonsumsi daging dan unggas bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi non-heme seperti sayuran dan buah tinggi vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi. 
  • Hati. Banyak orang tidak menyukai jeroan seperti hati. Faktanya, hati merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Selain itu, hati juga mengandung folat. Jeroan lain yang bisa Anda konsumsi di antaranya adalah ginjal, jantung, dan lidah sapi. 
  • Makanan laut. Kerang, kepiting, dan udang merupakan sumber yang baik. Kebanyakan ikan juga mengandung zat besi. Contoh ikan yang bisa Anda tambahkan ke dalam diet harian di antaranya adalah ikan tuna segar atau kaleng, mackerel, mahi mahi, dan ikan salmon segar atau kaleng. 

Makanan penambah darah untuk ibu hamil di atas dapat membantu Anda mencegah terjadinya anemia pada saat hamil. Namun, meskipun tinggi kandungan zat besi, beberapa makanan tersebut juga mengandung zat lain yang dapat mengganggu atau mengurangi proses penyerapan. Contohnya, meskipun sarden kalengan merupakan sumber zat besi yang baik, sarden kalengan juga tinggi kandungan kalsium. Oleh karena itu, makanan yang tinggi kandungan kalsium tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang tinggi kandungan zat besi.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*