Macam-Macam Penyakit yang Berhubungan dengan Kelenjar Ludah

  • July 30, 2021

Kelenjar ludah adalah bagian tubuh yang membuat, memodifikasi dan mengeluarkan air liur ke dalam rongga mulut. Air liur yang menghasilkan sekitar 0,5 sampai 1,5 liter setiap harinya yang berfungsi untuk membuat mulut menjadi lembab, melindungi gigi dari pembusukan serta membantu mencerna makanan.

Kelenjar ludah dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Kelenjar saliva mayor merupakan bagian terpenting karena sebagian besar air liur diproduksi disini. Kelenjar ludah mayor meliputi kelenjar parotis, kelenjar submandibular dan kelenjar sublingual.
  • Kelenjar saliva minor dapat ditemukan di lidah, lapisan bibir, lapisan mulut, di dalam pipi, sinus, hidung dan laring (kotak suara) dan berukuran sangat kecil sehingga hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop.

Penyakit yang Menyerang Kelenjar Ludah

Ada beberapa risiko penyakit yang bisa menyerang kelenjar ludah antara lain:

  1. Sialolithiasis

Merupakan kondisi terdapat batu pada kelenjar ludah. Batu tersebut bisa menyumbat kelenjar ludah sehingga menghentikan produksi air liur. Penyakit ini disebabkan oleh:

  • Konsumsi obat-obatan seperti obat tekanan darah dan antihistamin yang bisa mengurangi produksi air liur.
  • Dehidrasi.
  • Kurang makan yang menyebabkan penurunan produksi air liur.

Gejala utama penyakit ini adalah timbulnya rasa sakit pada wajah, mulut atau leher yang akan terasa sakit saat makan. Gejala lainnya ialah nyeri dan pembengkakan pada wajah, mulut atau leher, mulut terasa kering serta kesulitan menelan.

  1. Sindrom Sjögren

Salah satu penyakit autoimun sistemik yang terjadi saat sel darah putih menyerang kelenjar yang menghasilkan kelembaban seperti kelenjar ludah, minyak dan keringat. Gejala sindrom Sjögren antara lain:

  • Mata dan mulut kering
  • Rasa lelah yang berkepanjangan
  • Nyeri sendiri
  • Pembengkakan pada kelenjar ludah
  • Batuk kering yang terjadi terus menerus

Sindrom Sjögren juga bisa menyebabkan disfungsi organ seperti sistem pencernaan, ginjal, hati, pankreas, paru-paru, pembuluh darah dan sistem saraf pusat. Penyakit ini paling banyak ditemukan pada wanita yang mengidap penyakit autoimun lainnya seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau scleroderma.

  1. Sialadenitis

Sialadenitis adalah infeksi pada kelenjar ludah yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri Staphylococcus aureus. Penyakit ini paling sering menyerang orang tua yang memiliki penyakit kronis, orang-orang yang mengalami dehidrasi serta bayi baru lahir. Beberapa gejala sialadenitis seperti:

  • Demam
  • Menggigil
  • Pembengkakan pada kelenjar air liur di area pipi dan leher
  • Nyeri
  • Mulut kering
  • Rasa sakit saat sedang makan
  • Kulit memerah
  1. Kanker Kelenjar Ludah

Merupakan salah satu jenis kanker langka yang terjadi saat terjadi perubahan mutasi pada sel-sel  yang berada di jaringan kelenjar ludah. Gejala umum dari kanker kelenjar ludah meliputi:

  • Adanya pembengkakan atau benjolan pada mulut, rahang, pipi atau leher.
  • Rasa sakit yang terjadi terus menerus pada rahang, mulut, pipi, leher atau telinga.
  • Kesulitan membuka mulut lebar-lebar.
  • Mati rasa pada bagian mulut atau rahang.
  • Kesulitan menelan (gejala pada stadium akhir).
  • Otot pada salah satu sisi wajah menjadi lemah.

Meski diduga terjadi karena adanya perubahan mutasi, namun ada beberapa penyebab yang menjadi faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kelenjar ludah.

  • Orang dengan usia tua.
  • Jenis kelamin, yang rata-rata menyerang pria.
  • Paparan radiasi.
  • Gizi buruk.
  • Riwayat keluarga yang sebelumnya pernah terkena kanker ludah.
  1. Tumor

Terdapat beberapa jenis tumor yang bisa menyerang kelenjar ludah. Ada tumor yang bersifat ganas (dapat berkembang menjadi kanker) dan ada tumor yang bersifat jinak. Tumor jinak umumnya tidak mengancam jiwa.

Jenis tumor jinak seperti Onkositoma, tumor warthin dan adenoma pleomorfik (tumor jinak campuran). Tumor jinak bisa disembuhkan melalui operasi dengan pengangkatan tumor.

Agar terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan kelenjar ludah, maka Anda wajib menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan menyikat gigi 2 kali sehari. Selain menyikat gigi, Anda juga bisa membersihkan gigi menggunakan benang gigi untuk membantu mencegah penyakit kelenjar ludah.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*