Khasiat dan Kegunaan Obat Encephabol untuk Fungsi Otak

  • June 9, 2021

Encephabol adalah obat yang umumnya digunakan untuk terapi kondisi yang melibatkan otak, misalnya pasca bedah otak, cedera serebrovaskular, dan banyak lainnya. 

Enephabol mengandung pyritinol dihydrochloride (diHCl) monohydrate 100 mg. Pyritinol termasuk ke dalam nootropik yang berfungsi meningkatkan fungsi kognitif. Karena itu tak jarang banyak orang menggunakan enephabol untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat mereka. 

Apa itu pyritinol, senyawa dalam Encephabol?

Pyritinol atau juga dikenal sebagai pyrithioxine adalah senyawa dengan dua molekul vitamin B6 yang diikat oleh dua atom belerang (disulfida). Encephabol yang dipasarkan di Indonesia mengandung pyritinol dihydrochloride (diHCl) monohydrate, yang merupakan turunan dari pyritinol. 

Secara historis, senyawa ini telah digunakan di negara-negara Eropa untuk terapi pengobatan demensia dan masalah penurunan kognitif pada orang tua. 

Khasiat dan kegunaan Encephabol

Encephabol tablet 100 mg diindikasikan untuk mengatasi kondisi seperti trauma kranioserebral, kondisi sesudah bedah otak, cedera serebrovaskular dan proses degeneratif serebral, profilaksis keadaan bingung pasca narkotik, kondisi sesudah anoksia serebral (sesudah henti jantung).

Selain itu, berikut cara kerja dan khasiat pyritinol (Encephabol):

  1. Terlibat dalam fungsi saraf neuron

Pyritinol terlibat dalam pemulihan dan perbaikan neuron kolinergik yang rusak, meningkatkan kadar asetilkolin dan penyerapannya. Asetilkolin merupakan neurotransmitter penting bagi tubuh yang berperan dalam menstimulasi otot sehingga bisa menyampaikan sinyal pesan dari satu sel ke sel lainnya. 

Asetilkolin terlibat dalam banyak proses penting, seperti konsentrasi, daya ingat, dan kinerja otot. Ketika kadar asetilkolin berkurang, proses penting tersebut akan terganggu. Fungsi asetilkolin yang terganggu juga terkait dengan beberapa penyakit termasuk Alzheimer, Parkinson, dan Myasthenia Gravis. 

Penelitian juga membuktikan bahwa terapi pengobatan pyritinol dapat meringankan kondisi pasien dengan sindrom Tourette. 

  1. Meringankan gejala disleksia

Disleksia adalah gangguan belajar pada anak-anak yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam APA menemukan bahwa terapi dengan Encephabol dapat mengurangi gejala disleksia, diskalkulia, atau disortografi pada anak-anak. 

  1. Meringankan gejala epilepsi

Sebuah penelitian menemukan bahwa terapi pengobatan Encephabol dapat meningkatkan fungsi kognitif pada pasien epilepsi berusia kurang dari 12 tahun hingga di atas 12 tahun. Dalam penelitian tersebut, sebelum pemberian obat pasien epilepsi menunjukkan kesalahan kognitif yang besar, kecepatan membaca rendah, dan pembelajaran yang buruk. 

Setelah pemberian Encephabol, pasien menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kesalahan pembelajaran menurun, dan kecepatan membaca meningkat. Terapi ini juga tidak menyebabkan efek samping dan memperparah kejang. 

Selain untuk fungsi kognitif, pyritinol juga efektif untuk mencegah mabuk sehingga terkadang dipasarkan sebagai pil anti-mabuk. Dalam sebuah penelitian in vivo, pyritinol juga ditemukan efektif mengurangi gejala yang berhubungan dengan  rheumatoid arthritis.

Dosis dan aturan penggunaan

Pyritinol adalah senyawa yang semi-larut dalam air yang bisa dikonsumsi sebelum makan. Namun dianjurkan untuk mengonsumsinya setelah makan dengan menelannya secara utuh. Untuk anak-anak, konsumsi 1 tablet sebanyak 3 kali sehari, sedangkan untuk orang dewasa 2 tablet sebanyak 3 kali sehari. 

Catatan

Di Indonesia, Encephabol dipasarkan sebagai obat bebas yang bisa digunakan tanpa resep dokter. Namun ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya, terutama jika Anda merupakan wanita hamil, ibu menyusui, atau pasien rheumatoir arthritis.

Hindari penggunaan Encephabol jika Anda memiliki gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat, perubahan serius pada penghitungan darah, dan menderita penyakit autoimun seperti lupus erythematosus, myasthenia, dan pemfigus.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*