metode mentosori

Fakta-fakta soal Metode Montessori yang Jangan Terlewatkan

  • November 18, 2021

Salah satu pertimbangan dalam memilih sekolah anak adalah metode pengajaran seperti apa yang diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. Kebanyakan orang tua ingin pengajaran yang dilakukan tidak terkesan pasif dan bisa meningkatkan keaktifan anak. Jika Anda termasuk yang demikian, sekolah dengan metode Montessori dapat menjadi pertimbangan. 

Sekolah dengan metode Montessori merupakan sekolah yang menawarkan pembelajaran yang lebih banyak ke arah praktik. Para guru hanya berfungsi sebagai pembimbing agar proses belajar anak tidak menyimpang dan bisa optimal. Metode Montessori pun menjadi kian populer terlebih belakangan ini karena dianggap mampu mengembangkan potensi anak secara lebih optimal dibandingkan metode pengajaran secara standar di sekolah-sekolah pada umumnya 

Banyak fakta menarik mengenai metode Montessori yang makin naik popularitasnya ini. Berikut ini adalah beberapa fakta terkait metode pengajaran tersebut yang sebaiknya tidak Anda abaikan. 

Berusia 100 Tahun 

Metode Montessori sejatinya bukanlah suatu metode pelajaran yang baru-baru ini ditemukan. Metode pengajaran ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Adalah Maria Montessori, yang pertama kali menemukan dan menerapkan metode pengajaran yang berbasis kepada praktik peserta ini. Ia menerapkannya untuk mengajar masyarakat miskin Italia. 

Populer Bukan oleh Penemunya 

Pada saat diimplementasikan oleh Maria Montessori, metode ini memiliki cukup banyak peminat. Namun ketika Maria Montessori meninggal, popularitas metode Montessori pun langsung menurun drastis. Ketenaran metode pengajaran ini baru kembali memuncakketika Dr. Nancy McCormik mendirikan lembaga pendidikan berbasis metode Montessori dengan nama Sekolah Whitby pada tahun 1958. Penerapan ajaran dengan metode Montessori sangat berhasil di sekolah tersebut hingga metode pengajaran ini pun semakin populer bahkan sampai saat ini. 

Ribuan di Seluruh Dunia 

Sudah cukup banyak sekolah yang menerapkan metode Montessori dalam pengajarannya. Total di seluruh dunia setidaknya terdapat lebih dar 20.000 lembaga pendidikan yang berbasis metode Montessori. Kebanyakan lembaga pendidikan yang menerapkan metode pendidikan ini terjadi di bagian prasekolah ataupun TK. 

Belajar Berdasarkan Observasi 

Dasar dari metode Montessori sebenarnya adalah observasi. Di mana para siswa yang bersekolah dengan metode pengajaran ini menerima pelajaran secara tidak langsung dari berbagai kegiatan aktif yang dilakukan. Dengan demikian, korelasi antara ilmu yang didapatkan dengan hubungan sebab akibatnya akan terasa lebih nyata dan bisa lebih diterapkan di kehidupan yang sesungguhnya. 

Sopan Santun Tidak Kalah Penting dengan Akademis 

Jangan heran jika anak-anak di sekolah yang menerapkan metode Montessori tidak terlalu mengejar nilai akademis. Penilaian akademis memang menjadi bagian perhitungan dalam hasil belajar siswa. Namun yang tidak kalah, sopan santun menjadi kunci pemerolehan hasil belajar. Sebagai penemu metode ini, Maria Montessori sendiri memang menaruh banyak nilai sosial dan emosional dalam pembelajaran agar anak tidak hanya terfokus pada bidang akademis. 

Lebih Cerdas Literasi dan Matematika 

Pembelejaran lewat observasi dalam kegiatan yang aktif nyatanya membuat siswa-siswa yang mendapat pengajaran lewat metode Montessori bisa lebih memahami materi ilmu yang sebenarnya ingin disampaikan. Bahkan dalam beberapa penelitian terungkap, anak-anak yang pada masa sekolahnya menggunakan metode Montessori menjadi lebih cerdas soal literasi dan matematika, yang sangat berguna dan terpakai di sepanjang karier dan kehidupan mereka. 

Putusan Pelajaran dari Siswa 

Dalam sekolah dengan basis metode Montessori, Anda jangan kaget apabila tidak ada jadwal pelajaran yang tetap untu pedoman anak belajar. Pasalnya, pelajaran yang akan dipelajari baru akan diputuskan pada saat siswa masuk per harinya. Pemilihan pelajaran pun berdasarkan keputusan siswa. Ini bertujuan agar siswa-siswa lebih kondusif dan nyaman dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan lewat berbagai kegiatan aktif tersebut. 

Sekolah Tanpa Sepatu  

Anak-anak yang bersekolah di lembaga pendidikan yang menerapkan metode Montessori biasa beraktivitas di ruangan tanpa sepatu. Pasalnya, bertelanjang kaki dalam ruangan dinilai akan membantu anak-anak menerima pelajaran lebih baik karena suasana yang lebih tenang. Tidak dipakainya sepatu dalam ruangan juga menjadi bagian dari pengetahuan bahwa sepatu lebih digunakan untuk menjaga kebersihan dan keamanan kaki ketika berada di luar ruangan. 

Banyak fakta menarik soal metode Montessori yang mungkin Anda tidak ketahui sebelumnya, bukan? Jadi, apakah Anda semakin tertarik memasukkan buah hati Anda ke sekolah berbasis metode Montessori

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*