Apa Itu Penyakit Anoreksia dan Bagaimana Pemulihannya?

Apa Itu Penyakit Anoreksia dan Bagaimana Pemulihannya

  • September 15, 2021

Penyakit anoreksia merupakan gangguan makan yang ditandai dengan berat badan yang kurus, tidak normal. Jika mengalami kenaikan berat badan orang dengan penderita anoreksia akan mengalami ketakutan yang berlebih. Orang dengan anoreksia menempatkan nilai tinggi pada pengendalian berat badan dan bentuk mereka, menggunakan upaya ekstrim yang cenderung secara signifikan mengganggu kehidupan mereka.

Bagi penderita anoreksia sangat membatasi jumlah makanan yang mereka makan,agar mencegah dari kenaikan berat badan atau untuk terus menurunkan berat badan. Bagi penderita ini biasanya untuk mengontrol asupan kalorinya, mereka memuntahkan setelah makan, selain itu juga menyalahgunakan alat bantu diet, diuretik, obat pencahar atau enema. Tak hanya itu, mereka ini akan melakukan penurunan berat badan yang berlebih dengan olahraga secara berlebihan juga. Penderita anoreksia ini tidak akan peduli terhadap berat badan yang hilang, justru mereka akan takut berat badan naik. 

Anoreksia sebenarnya bukan tentang makanan. Penderita ini menggunakan cara yang tidak sehat, terkadang juga dapat mengancam jiwa dalam mengatasi masalah emosional. 

Melakukan pengobatan terhadap penderita Anoreksia ini bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik lagi, tentang diri Anda, atau kembali pada kebiasaan makan yang normal dan sehat. 

Penyebab Anoreksia

Penyebab pasti dari anoreksia tidak diketahui. Halnya  pada penyakit lainnya, anoreksia ini bisa disebabkan dengan kombinasi dari biologis, psikologis dan lingkungan. 

Biologis

Walaupun tidak terlalu jelas gen mana yang ikut terlibat, bisa saja terjadi perubahan genetik menjadikan orang dapat berisiko terkena anoreksia. 

Psikologis

Orang dengan penderita anoreksia memiliki kepribadian yang obsesif – kompulsif dimana dengan mudah mengikuti diet yang ketat serta tidak makan walaupun lapar. Sifat yang perfeksionisme merupakan orang penderita penyakit ini, mereka berpikir tidak pernah cukup kurus. Selain itu mereka juga memiliki tingkat kecemasan tinggi dan melakukan tindakan pembatasan makan. 

Lingkungan

Budaya Barat modern menekankan langsing. Sukses dan berharga sering disamakan dengan kurus. Dorongan dari teman bisa memicu keinginan untuk menjadi kurus, terutama pada wanita muda. 

Gejala Anoreksia

Gejala dari penyakit anoreksia ini ada kaitanya dengan kelaparan. Anoreksia juga merupakan masalah emosional serta perilaku persepsi terkait hal berat badan yang menurutnya tidak realistis, dan ketakutan ketika menambah berat badan atau menjadi gemuk.

Mungkin sulit untuk melihat tanda dan gejala karena apa yang dianggap sebagai berat badan rendah berbeda untuk setiap orang, dan beberapa individu mungkin tidak terlihat sangat kurus. Tak hanya itu, bagi penderita anoreksia sering melakukan menyamarkan badan yang kurus, masalah fisiknya, serta kebiasaan makannya. 

Gejala fisik

Tanda dan gejala fisik anoreksia mungkin termasuk:

  • Penurunan berat badan yang ekstrem atau tidak menghasilkan peningkatan berat badan yang diharapkan
  • Penampilan kurus
  • Jumlah darah tidak normal
  • Kelelahan
  • Insomnia
  • Pusing atau pingsan
  • Perubahan warna kebiruan pada jari
  • Rambut yang menipis, patah atau rontok
  • Rambut halus dan lembut menutupi tubuh
  • Tidak adanya menstruasi
  • Sembelit dan sakit perut
  • Kulit kering atau kekuningan
  • Intoleransi dingin
  • Irama jantung tidak teratur
  • Tekanan darah rendah
  • Dehidrasi
  • Pembengkakan lengan atau kaki
  • Gigi yang terkikis dan kapalan pada buku-buku jari akibat muntah yang diinduksi

Beberapa orang mengalami anoreksia binge and purge, mirip dengan yang memiliki bulimia. Perbedaanya yaitu penderita anoreksia berjuang dengan berat badan yang rendah tidak normal, sedangkan bulimia norma hingga diatas berat badan normal. 

Bagaimana mengubah pola pikir untuk pemulihan anoreksia

  • Singkirkan pakaian yang menekankan bentuk atau ukuran tubuh Anda
  • Menghindari cermin, setidaknya untuk sementara waktu
  • Menghindari situs web pro-anoreksia
  • Jurnal tentang perasaanmu
  • Melakukan hal-hal yang Anda sukai yang tidak ada hubungannya dengan makan atau berat badan
  • Menghabiskan waktu bersama teman dan anggota keluarga yang sehat
  • Bergabung dengan grup pendukung

Pemulihan dari Anoreksia 

Anoreksia, seperti sejumlah gangguan kronis lainnya adalah perjuangan yang kemungkinan besar akan tetap bersama orang-orang yang terkena dampak selama sisa hidup mereka. Namun, ini tidak berarti tidak mungkin untuk mendapatkan kendali atas gangguan dan mempertahankan pemulihan setelah perawatan.

Menurut informasi yang diberikan dari situs WomensHealth.gov adalah mungkin bagi seseorang yang berjuang dengan penyakit anoreksia untuk menjadi lebih baik. Hal ini dapat dicapai dengan:

  • Memberikan dukungan nutrisi dan perawatan medis untuk mendapatkan kembali berat badan yang sesuai
  • Konseling orang tersebut berdasarkan masalah psikologis yang mendasari dan ketakutan akan kenaikan berat badan
  • Bantu orang tersebut mempelajari strategi dan alat koping yang membantu mencegah kekambuhan
  • Memberikan dukungan sosial dan sistem konseling kelompok untuk menjaga motivasi setelah perawatan.

Macam-Macam Penyakit yang Berhubungan dengan Kelenjar Ludah

  • July 30, 2021

Kelenjar ludah adalah bagian tubuh yang membuat, memodifikasi dan mengeluarkan air liur ke dalam rongga mulut. Air liur yang menghasilkan sekitar 0,5 sampai 1,5 liter setiap harinya yang berfungsi untuk membuat mulut menjadi lembab, melindungi gigi dari pembusukan serta membantu mencerna makanan.

Kelenjar ludah dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Kelenjar saliva mayor merupakan bagian terpenting karena sebagian besar air liur diproduksi disini. Kelenjar ludah mayor meliputi kelenjar parotis, kelenjar submandibular dan kelenjar sublingual.
  • Kelenjar saliva minor dapat ditemukan di lidah, lapisan bibir, lapisan mulut, di dalam pipi, sinus, hidung dan laring (kotak suara) dan berukuran sangat kecil sehingga hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop.

Penyakit yang Menyerang Kelenjar Ludah

Ada beberapa risiko penyakit yang bisa menyerang kelenjar ludah antara lain:

  1. Sialolithiasis

Merupakan kondisi terdapat batu pada kelenjar ludah. Batu tersebut bisa menyumbat kelenjar ludah sehingga menghentikan produksi air liur. Penyakit ini disebabkan oleh:

  • Konsumsi obat-obatan seperti obat tekanan darah dan antihistamin yang bisa mengurangi produksi air liur.
  • Dehidrasi.
  • Kurang makan yang menyebabkan penurunan produksi air liur.

Gejala utama penyakit ini adalah timbulnya rasa sakit pada wajah, mulut atau leher yang akan terasa sakit saat makan. Gejala lainnya ialah nyeri dan pembengkakan pada wajah, mulut atau leher, mulut terasa kering serta kesulitan menelan.

  1. Sindrom Sjögren

Salah satu penyakit autoimun sistemik yang terjadi saat sel darah putih menyerang kelenjar yang menghasilkan kelembaban seperti kelenjar ludah, minyak dan keringat. Gejala sindrom Sjögren antara lain:

  • Mata dan mulut kering
  • Rasa lelah yang berkepanjangan
  • Nyeri sendiri
  • Pembengkakan pada kelenjar ludah
  • Batuk kering yang terjadi terus menerus

Sindrom Sjögren juga bisa menyebabkan disfungsi organ seperti sistem pencernaan, ginjal, hati, pankreas, paru-paru, pembuluh darah dan sistem saraf pusat. Penyakit ini paling banyak ditemukan pada wanita yang mengidap penyakit autoimun lainnya seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau scleroderma.

  1. Sialadenitis

Sialadenitis adalah infeksi pada kelenjar ludah yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri Staphylococcus aureus. Penyakit ini paling sering menyerang orang tua yang memiliki penyakit kronis, orang-orang yang mengalami dehidrasi serta bayi baru lahir. Beberapa gejala sialadenitis seperti:

  • Demam
  • Menggigil
  • Pembengkakan pada kelenjar air liur di area pipi dan leher
  • Nyeri
  • Mulut kering
  • Rasa sakit saat sedang makan
  • Kulit memerah
  1. Kanker Kelenjar Ludah

Merupakan salah satu jenis kanker langka yang terjadi saat terjadi perubahan mutasi pada sel-sel  yang berada di jaringan kelenjar ludah. Gejala umum dari kanker kelenjar ludah meliputi:

  • Adanya pembengkakan atau benjolan pada mulut, rahang, pipi atau leher.
  • Rasa sakit yang terjadi terus menerus pada rahang, mulut, pipi, leher atau telinga.
  • Kesulitan membuka mulut lebar-lebar.
  • Mati rasa pada bagian mulut atau rahang.
  • Kesulitan menelan (gejala pada stadium akhir).
  • Otot pada salah satu sisi wajah menjadi lemah.

Meski diduga terjadi karena adanya perubahan mutasi, namun ada beberapa penyebab yang menjadi faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kelenjar ludah.

  • Orang dengan usia tua.
  • Jenis kelamin, yang rata-rata menyerang pria.
  • Paparan radiasi.
  • Gizi buruk.
  • Riwayat keluarga yang sebelumnya pernah terkena kanker ludah.
  1. Tumor

Terdapat beberapa jenis tumor yang bisa menyerang kelenjar ludah. Ada tumor yang bersifat ganas (dapat berkembang menjadi kanker) dan ada tumor yang bersifat jinak. Tumor jinak umumnya tidak mengancam jiwa.

Jenis tumor jinak seperti Onkositoma, tumor warthin dan adenoma pleomorfik (tumor jinak campuran). Tumor jinak bisa disembuhkan melalui operasi dengan pengangkatan tumor.

Agar terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan kelenjar ludah, maka Anda wajib menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan menyikat gigi 2 kali sehari. Selain menyikat gigi, Anda juga bisa membersihkan gigi menggunakan benang gigi untuk membantu mencegah penyakit kelenjar ludah.

Alternatif Obat agar Terhindar Efek Samping Albothyl untuk Sariawan

  • June 18, 2021

Albothyl sempat menjadi obat sariawan yang populer. Ketika digunakan, albothyl seakan mempercepat pemulihan luka yang ditimbulkan sariawan. Belakangan baru terkuak ternyata albothyl sebenarnya berbahaya. Efek samping albothyl untuk sariawan cukup serius hingga akhirnya pada 2018 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membekukan izin edar obat tersebut.

Sariawan atau dalam istilah medis disebut stomatitis aftosa atau lesi mulut merupakan kondisi di mana terdapat luka kecil dangkal di dalam mulut atau di dasar gusi. Ketika seseorang mengalami sariawan, kemungkinan besar dia akan merasa tidak nyaman, terutama saat makan dan berbicara.  

Sariawan HIV rasanya lebih sakit dan lebih parah ketimbang sariawan biasa

Ketika mengalami sariawan, banyak orang segera mencari-cari sesuatu untuk mengobati sariawannya tersebut. Ada beragam jenis obat sariawan, termasuk albothyl tadi. Masing-masing obat itu memiliki kandungan yang punya kelebihan dan efek sampingnya tersendiri. Dalam kasus albothyl, obat ini dapat menyebabkan efek samping yang serius lantaran terdapat Policresulen di dalamnya.

Pada dasarnya, sariawan bisa sembuh dengan sendirinya. Rata-rata dalam satu pekan, luka itu akan menutup dan gejala-gejala sariawan, seperti rasa perih, dan sebagainya juga turut menghilang. Akan tetapi, banyak orang tidak sabar sehingga memilih mengobatinya agar penderitaannya segera berlalu.

Melalui situs BPOM, diketahui efek samping albothyl untuk sariawan bisa dihindari dengan memilih obat jenis lain. “Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan obat ini (albothyl) untuk mengatasi sariawan, dapat menggunakan obat pilihan lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C,” kata Humas BPOM kala itu, Nelly, pada hari di mana izin edar albothyl resmi dibekukan, Februari 2018.

Lebih lanjut, bagi para pembaca sekalian yang cenderung menghindari penggunaan obat sintetis, kalian bisa memanfaatkan bahan-bahan alami untuk mengatasi sariawan yang mengganggu. Memang, sih, kita tak bisa sepenuhnya bergantung pada bahan-bahan ini. Akan tetapi, tidak ada salahnya juga memanfaatkan bahan-bahan ini dalam rangka mempercepat proses penyembuhan sariawan, sembari menghindari efek samping albothyl untuk sariawan.

Berikut beberapa langkah mengobati sariawan secara alami yang dapat kamu coba:

  • Konsumsi sayuran dan buah-buahan

Agar sariawan bisa cepat sembuh, seseorang disarankan memenuhi kebutuhan nutrisi, seperti vitamin B, vitamin C, zinc, dan zat besi. Nutrisi-nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayuran dan buah-buahan. Tak hanya sayuran dan buah-buahan, beragam nutrisi untuk mengatasi sariawan juga bisa diperoleh dari suplemen tambahan.

  • Kumur dengan larutan garam

Berkumur dengan larutan garam diketahui efektif untuk meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan mempercepat proses penyembuhan jaringan gusi, bibir, atau mulut yang terkena sariawan. Caranya adalah dengan mencampurkan 1 sendok teh garam ke dalam setengah cangkir air hangat, lalu berkumur menggunakan larutan tersebut selama 15–30 detik. Selain garam, kamu juga bisa menggunakan baking soda.

  • Kompres dengan kantong teh chamomile

Chamomile mengandung senyawa anti radang dan antiseptik, yaitu azulene dan levomenol, yang dipercaya dapat meredakan dan mempercepat proses penyembuhan sariawan. Memanfaatkan teh chamomile untuk mengatasi sariawan sangat mudah, yaitu dengan merendam kantong teh chamomile di dalam air hangat, kemudian kompres luka sariawan menggunakan kantong teh tersebut. Kompres selama kurang lebih 5 menit, sebanyak 3–4 kali sehari.

  • Madu

Selain chamomile, madu juga memiliki sifat anti radang dan anti bakteri sehingga baik untuk mengobati sariawan. Kamu dapat mengoleskan madu ke luka sariawan sebanyak 3–4 kali sehari hingga sariawan sembuh. Jenis madu yang paling baik untuk menyembuhkan luka sariawan adalah jenis madu murni yang tidak melewati proses pasteurisasi.

Sariawan sebenarnya bukan kondisi yang serius. Seseorang boleh mengabaikan sariawan, toh, nantinya ia akan sembuh sendiri. Namun, seseorang harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila kondisinya tak kunjung membaik. Terlebih jika ia baru sama menggunakan obat yang mengandung Policresulen seperti albothyl. Efek samping albothyl untuk sariawan yang disebabkan kandungan itu cukup serius. Alih-alih menyembuhkan, policresulen justru bisa memperbesar sariawan, bahkan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan luka sariawan semakin mengkhawatirkan.

Apa Saja Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri?

  • June 9, 2021

Ada berbagai organ tubuh yang perlu dijaga, di antaranya adalah organ-organ yang ada di dalam perut seperti ginjal. Jika ada yang bermasalah pada area tersebut, manusia bisa mengalami sakit perut. Sakit perut bisa terjadi dalam waktu yang singkat (beberapa jam) hingga beberapa hari, dan mungkin bisa lebih lama. Sakit perut bisa terjadi di bagian manapun, khususnya di sebelah kiri bawah, karena bagian tersebut meliputi usus besar. Penyebab sakit perut sebelah kiri beragam, salah satunya termasuk batu ginjal.

Penyebab sakit perut kiri bawah saat haid

Gejala Sakit Perut Sebelah Kiri

Sakit perut sebelah kiri bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Seseorang yang mengalami sakit perut sebelah kiri akan menunjukkan gejala berikut:

  • Diare atau sembelit.
  • Perut kembung.
  • Sendawa.
  • Benjolan di perut.
  • Perubahan warna pada urin.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Rasa sakit karena pergerakan usus.
  • Siklus haid yang tidak teratur.
  • Periode menstruasi yang lebih berat.
  • Pendarahan di vagina.

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Penyebab sakit perut sebelah kiri adalah sebagai berikut:

  1. Diverkulitis

Diverkulitis merupakan penyakit yang dapat menyerang usus besar. Penyakit tersebut dapat menyebabkan gejala berupa demam, mual, dan muntah.

  1. Hernia

Hernia merupakan kondisi yang menyebabkan organ tubuh lain menekan keluar ke dinding perut sehingga menyebabkan benjolan di bagian perut manapun, termasuk bagian kiri bawah.

  1. Nyeri haid

Nyeri haid merupakan kondisi yang sering terjadi ketika wanita mengalami menstruasi awal, dan biasanya tidak menyebabkan gejala yang parah bagi tubuh.

  1. Maag

Maag merupakan kondisi yang terjadi di perut bagian atas. Seseorang yang mengalami maag dapat menunjukkan gejala berupa kembung dan rasa panas pada perut.

  1. Gas

Gas merupakan kondisi yang menyebabkan udara secara tidak sengaja tertelan dan tersangkut di dalam perut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala berupa nyeri di perut.

  1. Konstipasi

Konstipasi merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk buang air besar.

  1. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan kondisi yang menyebabkan gangguan pada sistem kemih di dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri dari bagian tubuh atas hingga bawah. Batu ginjal tidak hanya menyebabkan sakit perut di bagian kiri, namun juga dapat menyebabkan kondisi lain seperti darah pada urine.

Jika Kondisi Perut Anda Memburuk

Jika kondisi perut Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Gejala apa saja yang timbul?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan seperti:

  • Menggunakan obat

Contoh obat yang dapat digunakan penderita sakit perut adalah obat antibiotik.

  • Operasi

Jika pasien mengalami kondisi yang serius seperti batu ginjal, operasi bisa menjadi cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan organ penting untuk dilakukan supaya terhindar dari berbagai risiko seperti sakit perut. Penyebab sakit perut sebelah kiri beragam dan perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa berbahaya bagi tubuh. Jika Anda mengalami kondisi yang serius pada perut, Anda sebaiknya temui dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang dialami pasien.

Bagaimana Pengobatan dari Penyakit Addison?

Bagaimana Pengobatan dari Penyakit Addison?

  • June 2, 2021

Penyakit Addison adalah kerusakan pada kelenjar adrenal sehingga tidak memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh. Kelenjar adrenal berada di atas ginjal dan terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam (medula). Korteks pada kelenjar adrenal berfungsi memproduksi hormon steroid, termasuk kortisol dan aldosteron, yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan garam dan cairan tubuh. 

Pada penyakit Addison, kelenjar adrenal hanya sedikit memproduksi hormon kortisol serta hormon aldosteron. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit Addison dapat membahayakan tubuh.

Gejala penyakit Addison pada awalnya sulit dideteksi karena mirip dengan gejala gangguan kesehatan lainnya. Gejala awal tersebut dalam kondisi seperti ini.

  • Kelelahan dan kurang bersemangat
  • Rasa kantuk
  • Otot menjadi lemah
  • Suasana hati tidak baik atau gampang marah
  • Selera makan hilang atau menurun, sehingga terjadi penurunan berat badan
  • Sering buang air kecil
  • Rasa haus bertambah
  • Keinginan mengonsumsi makanan asin

Setelah mengetahui gejala dan riwayat keluhan yang dialami pasien, dokter akan mendeteksi penyakit Addison dengan mengamati kondisi kulit, termasuk tanda hiperpigmentasi kulit pada area siku, telapak tangan, dan bibir. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan serangkaian tes penunjang, seperti ini.

1. Tes darah

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah, natrium, kalium, hormon kortisol, aldosteron, dan adrenokortikotropik (ACTH), yaitu hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Kadar hormon aldosteron dan gula darah yang rendah serta hormon ACTH yang tinggi dapat menjadi tanda seseorang menderita penyakit ini. Tes darah juga dilakukan untuk  mengetahui jumlah antibodi yang bisa menjadi penyebab terjadinya kondisi autoimun pada penyakit Addison.

2. Tes stimulasi ACTH

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar hormon kortisol di dalam darah sebelum dan sesudah ACTH sintetis disuntikkan. Tes ini akan menunjukkan kerusakan pada kelenjar adrenal jika setelah penyuntikkan ACTH sintetis, kadar hormon kortisol rendah.

3. Tes hormon tiroid

Pada kondisi ini, kerja kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon juga akan terpengaruh. Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid, yang berperan penting dalam mengendalikan perkembangan dan metabolisme tubuh.

4. Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI, dilakukan untuk mengetahui ukuran kelenjar adrenal yang tidak normal, juga kelainan pada kelenjar pituitari atau hipofisis, guna mengetahui penyebab dari insufisiensi adrenal.

5. Tes hipoglikemia induksi insulin

Tes ini biasanya dikerjakan bila dicurigai adanya insufisiensi adrenal sekunder yang disebabkan oleh gangguan kelenjar hipofisis. Tes hipoglikemia induksi insulin dilakukan dengan cara memeriksa kadar gula darah dan hormon kortisol setelah insulin disuntikkan. Orang yang sehat seharusnya memiliki kadar gula darah yang rendah dan kortisol yang meningkat setelah diberikan insulin.

Pengobatan penyakit Addison

Cara mengobati penyakit Addison yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi dua hal ini.

1. Terapi pengganti hormon

Penyakit Addison dapat diatasi melalui terapi hormon untuk menggantikan jumlah hormon steroid yang berkurang dan tidak bisa diproduksi tubuh. Berikut ini adalah pilihan terapinya.

Kortikosteroid tablet

Obat yang digunakan untuk menggantikan kortisol adalah prednison atau hydrocortisone. Sedangkan fludrocortisone digunakan untuk menggantikan aldosteron.

Kortikosteroid suntik

Biasanya diberikan pada penderita penyakit Addison yang mengalami gejala muntah, dan tidak bisa meminum kortikosteroid tablet.

2. Konsumsi garam

Pasien juga disarankan untuk banyak mengonsumsi garam, terutama setelah melakukan olahraga berat atau saat diare. Penting untuk mengikuti anjuran pengobatan untuk penyakit ini dari dokter. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa berujung pada krisis Addison.

Jadi, jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segeralah periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa rangkaian tes sebelum mendiagnosa diri Anda apakah terkena penyakit Addison atau tidak. Setelahnya, Anda bisa memilih pengobatan apa yang ingin dilakukan berdasarkan hasil tes medis yang sudah dilakukan.