Apa Saja Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri?

  • June 9, 2021

Ada berbagai organ tubuh yang perlu dijaga, di antaranya adalah organ-organ yang ada di dalam perut seperti ginjal. Jika ada yang bermasalah pada area tersebut, manusia bisa mengalami sakit perut. Sakit perut bisa terjadi dalam waktu yang singkat (beberapa jam) hingga beberapa hari, dan mungkin bisa lebih lama. Sakit perut bisa terjadi di bagian manapun, khususnya di sebelah kiri bawah, karena bagian tersebut meliputi usus besar. Penyebab sakit perut sebelah kiri beragam, salah satunya termasuk batu ginjal.

Penyebab sakit perut kiri bawah saat haid

Gejala Sakit Perut Sebelah Kiri

Sakit perut sebelah kiri bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Seseorang yang mengalami sakit perut sebelah kiri akan menunjukkan gejala berikut:

  • Diare atau sembelit.
  • Perut kembung.
  • Sendawa.
  • Benjolan di perut.
  • Perubahan warna pada urin.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Rasa sakit karena pergerakan usus.
  • Siklus haid yang tidak teratur.
  • Periode menstruasi yang lebih berat.
  • Pendarahan di vagina.

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Penyebab sakit perut sebelah kiri adalah sebagai berikut:

  1. Diverkulitis

Diverkulitis merupakan penyakit yang dapat menyerang usus besar. Penyakit tersebut dapat menyebabkan gejala berupa demam, mual, dan muntah.

  1. Hernia

Hernia merupakan kondisi yang menyebabkan organ tubuh lain menekan keluar ke dinding perut sehingga menyebabkan benjolan di bagian perut manapun, termasuk bagian kiri bawah.

  1. Nyeri haid

Nyeri haid merupakan kondisi yang sering terjadi ketika wanita mengalami menstruasi awal, dan biasanya tidak menyebabkan gejala yang parah bagi tubuh.

  1. Maag

Maag merupakan kondisi yang terjadi di perut bagian atas. Seseorang yang mengalami maag dapat menunjukkan gejala berupa kembung dan rasa panas pada perut.

  1. Gas

Gas merupakan kondisi yang menyebabkan udara secara tidak sengaja tertelan dan tersangkut di dalam perut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala berupa nyeri di perut.

  1. Konstipasi

Konstipasi merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk buang air besar.

  1. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan kondisi yang menyebabkan gangguan pada sistem kemih di dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri dari bagian tubuh atas hingga bawah. Batu ginjal tidak hanya menyebabkan sakit perut di bagian kiri, namun juga dapat menyebabkan kondisi lain seperti darah pada urine.

Jika Kondisi Perut Anda Memburuk

Jika kondisi perut Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Gejala apa saja yang timbul?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan seperti:

  • Menggunakan obat

Contoh obat yang dapat digunakan penderita sakit perut adalah obat antibiotik.

  • Operasi

Jika pasien mengalami kondisi yang serius seperti batu ginjal, operasi bisa menjadi cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan organ penting untuk dilakukan supaya terhindar dari berbagai risiko seperti sakit perut. Penyebab sakit perut sebelah kiri beragam dan perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa berbahaya bagi tubuh. Jika Anda mengalami kondisi yang serius pada perut, Anda sebaiknya temui dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang dialami pasien.

Bagaimana Pengobatan dari Penyakit Addison?

Bagaimana Pengobatan dari Penyakit Addison?

  • June 2, 2021

Penyakit Addison adalah kerusakan pada kelenjar adrenal sehingga tidak memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh. Kelenjar adrenal berada di atas ginjal dan terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam (medula). Korteks pada kelenjar adrenal berfungsi memproduksi hormon steroid, termasuk kortisol dan aldosteron, yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan garam dan cairan tubuh. 

Pada penyakit Addison, kelenjar adrenal hanya sedikit memproduksi hormon kortisol serta hormon aldosteron. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit Addison dapat membahayakan tubuh.

Gejala penyakit Addison pada awalnya sulit dideteksi karena mirip dengan gejala gangguan kesehatan lainnya. Gejala awal tersebut dalam kondisi seperti ini.

  • Kelelahan dan kurang bersemangat
  • Rasa kantuk
  • Otot menjadi lemah
  • Suasana hati tidak baik atau gampang marah
  • Selera makan hilang atau menurun, sehingga terjadi penurunan berat badan
  • Sering buang air kecil
  • Rasa haus bertambah
  • Keinginan mengonsumsi makanan asin

Setelah mengetahui gejala dan riwayat keluhan yang dialami pasien, dokter akan mendeteksi penyakit Addison dengan mengamati kondisi kulit, termasuk tanda hiperpigmentasi kulit pada area siku, telapak tangan, dan bibir. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan serangkaian tes penunjang, seperti ini.

1. Tes darah

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah, natrium, kalium, hormon kortisol, aldosteron, dan adrenokortikotropik (ACTH), yaitu hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Kadar hormon aldosteron dan gula darah yang rendah serta hormon ACTH yang tinggi dapat menjadi tanda seseorang menderita penyakit ini. Tes darah juga dilakukan untukĀ  mengetahui jumlah antibodi yang bisa menjadi penyebab terjadinya kondisi autoimun pada penyakit Addison.

2. Tes stimulasi ACTH

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar hormon kortisol di dalam darah sebelum dan sesudah ACTH sintetis disuntikkan. Tes ini akan menunjukkan kerusakan pada kelenjar adrenal jika setelah penyuntikkan ACTH sintetis, kadar hormon kortisol rendah.

3. Tes hormon tiroid

Pada kondisi ini, kerja kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon juga akan terpengaruh. Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid, yang berperan penting dalam mengendalikan perkembangan dan metabolisme tubuh.

4. Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI, dilakukan untuk mengetahui ukuran kelenjar adrenal yang tidak normal, juga kelainan pada kelenjar pituitari atau hipofisis, guna mengetahui penyebab dari insufisiensi adrenal.

5. Tes hipoglikemia induksi insulin

Tes ini biasanya dikerjakan bila dicurigai adanya insufisiensi adrenal sekunder yang disebabkan oleh gangguan kelenjar hipofisis. Tes hipoglikemia induksi insulin dilakukan dengan cara memeriksa kadar gula darah dan hormon kortisol setelah insulin disuntikkan. Orang yang sehat seharusnya memiliki kadar gula darah yang rendah dan kortisol yang meningkat setelah diberikan insulin.

Pengobatan penyakit Addison

Cara mengobati penyakit Addison yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi dua hal ini.

1. Terapi pengganti hormon

Penyakit Addison dapat diatasi melalui terapi hormon untuk menggantikan jumlah hormon steroid yang berkurang dan tidak bisa diproduksi tubuh. Berikut ini adalah pilihan terapinya.

Kortikosteroid tablet

Obat yang digunakan untuk menggantikan kortisol adalah prednison atau hydrocortisone. Sedangkan fludrocortisone digunakan untuk menggantikan aldosteron.

Kortikosteroid suntik

Biasanya diberikan pada penderita penyakit Addison yang mengalami gejala muntah, dan tidak bisa meminum kortikosteroid tablet.

2. Konsumsi garam

Pasien juga disarankan untuk banyak mengonsumsi garam, terutama setelah melakukan olahraga berat atau saat diare. Penting untuk mengikuti anjuran pengobatan untuk penyakit ini dari dokter. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa berujung pada krisis Addison.

Jadi, jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segeralah periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa rangkaian tes sebelum mendiagnosa diri Anda apakah terkena penyakit Addison atau tidak. Setelahnya, Anda bisa memilih pengobatan apa yang ingin dilakukan berdasarkan hasil tes medis yang sudah dilakukan.