Ketahui Kebutuhan Kalori Pria Pria, Wanita, dan Anak-Anak

Ketahui Kebutuhan Kalori Pria Pria, Wanita, dan Anak-Anak

  • November 25, 2021

Kalori merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur energi. Setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung energi. Seluruh makanan dan minuman mengandung makro dan mikronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi. Tanpa makanan dan minuman, sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi sehingga menyebabkan kerusakan organ. Namun, perlu diperhatikan bahwa mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan kalori sangatlah penting. Oleh karena itu, penting untuk tetap mengetahui kebutuhan kalori pria maupun wanita untuk menjaga kesehatan.

Kebutuhan Kalori 

Jumlah kalori yang harus Anda makan per hari tergantung berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, tinggi, berat badan, aktivitas, dan kondisi kesehatan. Mengonsumsi makanan sehat sesuai dengan kebutuhan kalori sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari obesitas.

Namun, kebutuhan kalori masing-masing orang sangat bervariasi. Berikut ini pedoman kebutuhan kalori. 

1. Kebutuhan Kalori Wanita

Umumnya, kebutuhan kalori untuk wanita bergantung pada usia, berat badan tinggi badan, dan tingkat aktivitas.

  • Sebagian besar wanita berusia antara 19–30 tahun membutuhkan sekitar 2.000–2.400 kalori per hari untuk mempertahankan berat badan dan kesehatan tubuh.
  • Wanita berusia sekitar 31 hingga 59 tahun memiliki kebutuhan energi lebih sedikit dibandingkan usia produktif. Umumnya, wanita dalam kelompok usia ini harus membutuhkan kalori sekitar 1.800-2.200 kalori per hari untuk menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas.
  • Wanita berusia di atas 60 tahun umumnya membutuhkan lebih sedikit kalori yaitu sekitar 1.600-2.000 kalori per hari untuk mempertahankan berat badan dan kesehatan tubuh.

Selain itu, perhatikan bahwa kebutuhan kalori ini hanya berlaku dalam kondisi kesehatan normal. Bagi wanita hamil dan menyusui umumnya membutuhkan kalori tambahan sekitar 300-500 kalori. 

2. Kebutuhan Kalori Pria

Seperti halnya wanita, kebutuhan kalori pria juga bervariasi berdasarkan berbagai faktor, seperti berikut:

  • pria berusia antara 19 hingga 30 tahun dengan aktivitas tinggi membutuhkan kalori sekitar 2.400-3.000 kalori per hari untuk mempertahankan berat badan dan kesehatan.
  • pada pria berusia antara 31 hingga 59 tahun perlu mengonsumsi kalori sekitar 2.200-3.000 kalori per hari untuk mempertahankan berat badan.
  • Pria yang berusia di atas 60 tahun membutuhkan sekitar 2.000 hingga 2.600 kalori per hari untuk mempertahankan berat badan dan menjaga stamina tubuh.

Perlu diingat bahwa pria yang sangat aktif atau memiliki kondisi kesehatan tertentu mungkin memerlukan jumlah kalori yang lebih tinggi. 

3. Kebutuhan Kalori Anak-anak

Sama seperti wanita dan pria dewasa, kebutuhan kalori anak-anak juga sangat bervariasi berdasarkan usia, berat badan, tinggi badan, dan aktivitas.

Kebutuhan energi untuk anak-anak dan remaja berbeda-beda berdasarkan jenis kelamin dan usia. Seorang anak berusia 3 tahun mungkin membutuhkan 1.200 kalori, tetapi seorang remaja yang aktif mungkin membutuhkan lebih dari 2.000 kalori.

Oleh karena itu, penting sekali untuk memberikan makanan kaya nutrisi pada anak-anak dan remaja. Hal ini karena pada usia ini, anak-anak membutuhkan nutrisi untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal. Kekurangan nutrisi dapat meningkatkan risiko berbahaya pada anak, seperti stunting, gangguan makan, anemia, dan lain-lain. 

Konsumsi Makanan Sehat 

Selain memperhatikan kebutuhan kalori pria dan wanita, Anda perlu memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Pilihlah makanan yang sehat kaya nutrisi dan rendah lemak. Anda bisa meningkatkan asupan protein seperti putih telur, kacang-kacangan, ikan, daging rendah lemak, dan dada ayam. 

Jangan lupa untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Anda bisa memasak sayur dengan cara menumis, direbus, atau dikukus. Hindari penambahan garam dan MSG terlalu tinggi.

Selain itu, batasi asupan makanan dan minuman manis, termasuk soda, jus buah, susu coklat, dan minuman lain dengan tambahan gula. Hal ini karena gula tambahan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung, masalah hati, dan diabetes tipe 2. Penting juga untuk memperhatikan asupan air putih yang cukup. Konsumsi minimal 2 liter per hari untuk menjaga kesehatan tubuh.

Untuk membakar kalori dan meningkatkan kesehatan, penting untuk berolahraga minimal  3 kali dalam seminggu. Mulailah dengan durasi minimal 30 menit per hari. Anda bisa melakukan push-up, squat, dan sit ups di rumah. Anda juga bisa melakukan olahraga kardio, seperti berjalan, berenang, atau jogging.

Testosteron Adalah Hormon dari Pria, Inilah Fungsinya

Testosteron Adalah Hormon dari Pria, Inilah Fungsinya

  • August 13, 2021

Testosteron adalah hormon seks pria yang dapat mengatur kesuburan, massa otot, distribusi lemak, hingga produksi sel darah merah. Ketika kadar hormon testosteron turun di bawah tingkat normalnya, maka hal tersebut dapat menyebabkan kondisi seperti hipogonadisme atau infertilitas.

Fungsi Hormon Testosteron

Testosteron adalah hormon yang bertanggung jawab untuk perkembangan karakteristik seksual pria. Hormon sendiri merupakan pembawa pesan kimia yang dapat memicu perubahan yang diperlukan dalam tubuh. Tak hanya pria, wanita juga menghasilkan testosteron, namun biasanya dalam jumlah yang lebih kecil.

Pada pria, testosteron bermanfaat untuk mengatur sejumlah fungsi di samping produksi sperma, yang termasuk:

  • dorongan seks
  • massa tulang
  • distribusi lemak
  • ukuran dan kekuatan otot
  • produksi sel darah merah

Tanpa jumlah testosteron yang cukup, maka pria menjadi tidak subur. Hal ini karena testosteron membantu perkembangan sperma menjadi matang. Otak dan kelenjar pituitari mengontrol kadar testosteron. Setelah diproduksi, hormon testosteron akan bergerak melalui darah untuk menjalankan berbagai fungsi pentingnya.

Meskipun testosteron adalah hormon seks pria, testosteron juga berkontribusi pada dorongan seks, kepadatan tulang, dan kekuatan otot pada wanita. Namun, kelebihan testosteron juga dapat menyebabkan wanita mengalami pola kebotakan dan infertilitas.

Ketidakseimbangan Testosteron

Tingkat testosteron yang tinggi atau rendah dapat menyebabkan disfungsi pada tubuh yang biasanya diatur oleh hormon.

Ketika seorang pria memiliki testosteron rendah, atau hipogonadisme, ia mungkin mengalami:

  • gairah seks menjadi berkurang
  • disfungsi ereksi
  • jumlah sperma menjadi rendah
  • jaringan payudara menjadi membesar atau bengkak

Seiring waktu, gejala-gejala ini dapat berkembang menjadi:

  • rambut tubuh rontok
  • kehilangan massa otot
  • kehilangan kekuatan
  • lemak tubuh menjadi meningkat.

Jika sudah kronis, kadar hormon testosteron yang rendah dapat menyebabkan osteoporosis, perubahan suasana hati, berkurangnya energi, dan penyusutan testis.

Penyebab berkurangnya testosteron bisa meliputi:

  • cedera testis, seperti pengebirian
  • infeksi testis
  • konsumsi atau penggunaan obat-obatan, seperti analgesik opiat
  • gangguan yang memengaruhi hormon, seperti tumor hipofisis atau kadar prolaktin yang tinggi
  • penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, penyakit ginjal dan hati, obesitas, dan HIV / AIDS
  • penyakit genetik, seperti sindrom Klinefelter, sindrom Prader-Willi, hemochromatosis, sindrom Kallman, dan distrofi miotonik

Akan tetapi, terlalu banyak testosteron juga dapat menyebabkan pemicu pubertas sebelum usia 9 tahun. Kondisi ini terutama terjadi pada pria yang lebih muda. Namun, pada wanita, kadar testosteron yang tinggi dapat menyebabkan pola kebotakan seperti pria, suara yang dalam, dan ketidakteraturan menstruasi, serta:

  • pertumbuhan dan pembengkakan klitoris
  • perubahan bentuk tubuh
  • ukuran payudara menjadi kecil
  • kulit berminyak
  • jerawat
  • pertumbuhan rambut wajah di sekitar tubuh, bibir, dan dagu.

Studi terbaru juga mengaitkan kadar testosteron yang tinggi pada wanita dengan risiko fibroid rahim. Ketidakseimbangan testosteron dapat dideteksi dengan tes darah dan diobati dengan tepat.

Tingkat Testosteron dan Penuaan

Kadar testosteron secara alami akan menurun seiring bertambahnya usia pria. Efek dari penurunan kadar testosteron adalah bertahap seiring bertambahnya usia pria.  

Setelah usia 40 tahun, konsentrasi testosteron akan turun sekitar 1,6 persen setiap tahun untuk kebanyakan pria. Pada usia 60 tahun, kadar testosteron yang rendah akan mengarah pada diagnosis hipogonadisme pada pria yang lebih muda.

Sekitar 4 dari 10 pria mengalami hipogonadisme pada saat mereka mencapai usia 45 tahun. Jumlah kasus di mana pria yang lebih tua telah didiagnosis memiliki testosteron rendah meningkat 170 persen sejak 2012.

Tingkat penurunan kadar testosteron adalah bervariasi antara pria, tetapi kini justru semakin banyak pria mengalami efek penurunan kadar testosteron. Harapan hidup telah meningkat, dan banyak pria sekarang hidup di atas usia 60 tahun. Akibatnya, lebih banyak pria yang mengalami efek penurunan hormon testosteron terkait usia.